Black metal adalah salah satu aliran musik yang digemari oleh banyak orang hampir di seluruh penjuru benua, terutama kalangan anak muda. Aliran musik ini adalah aliran musik yang berirama keras dan gaya hidup yang ditawarkan biasanya identik dengan segala hal yang bersifat kekerasan, minuman keras, obat-obatan terlarang, seks bebas dan hal-hal lainnya yang akrab dengan unsur syetan (satanic). Begitu pula dengan cara berpenampilan dari person-personnya yang biasanya berpakaian serba hitam, bertato, banyak pearcing, make up berwarna gelap (gothic), dan masih banyak lagi. Bahkan bisa dibilang mereka sering berpenampilan menyerupai setan. Banyak karakter yang ditampilkan dengan simbol-simbol satanic seperti tanduk, trisula, api, taring, darah, tengkorak, dll.

pentagram

Hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan di benak saya, antara lain sebagai berikut. Sebagai umat beragama, pastinya mengetahui bahwa hal-hal yang ditawarkan oleh aliran musik ini ialah hal-hal yang tidak baik dan dilarang oleh ajaran agama. Tetapi banyak orang yang mempunyai kecenderungan menyukai hal tersebut. Hal ini dapat dengan mudah diterima oleh budaya masyarakat, dan parahnya hal itu dengan mudahnya pula dapat menjadi patokan gaya hidup anak muda. Selain itu juga yang menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah apa tujuan dan bagaimana awal terbentuknya budaya yang dibawa oleh aliran musik ini. Saya rasa hal ini patut ditelusuri, dan penting untuk dibagi kepada banyak orang. Maka berikut ini akan saya paparkan penjelasan ringan mengenai hal ini, agar dapat diserap oleh siapa saja yang tertarik untuk mengetahuinya.

Sejak zaman dahulu, di belahan bumi eropa timur, terdapat aliran atau sekte penyembah setan. Komunitas ini mempunyai ritual-ritual yang di luar batas wajar kemanusiaan, misalnya berkumpul untuk berpesta arak dan seks, kemudian adanya pengorbanan nyawa manusia untuk sesembahan mereka—yaitu setan. Walaupun ritual-ritual yang dilakukan tiap sekte berbeda-beda, tetapi pada dasarnya kaum penyembah setan mempunyai pemikiran dasar yang sama. Menurut mereka, segala hal-hal yang diharamkan oleh agama-agama pada umumnya adalah halal bagi mereka. Batasan-batasan dalam ajaran agama hanyalah menyusahkan manusia, padahal manusia mempunyai hak mutlak untuk melakukan apa yang disukainya, yang penting mereka bahagia. Jadi tidak jarang bagi mereka melakukan perampokan dan pembunuhan untuk mencapai apa yang mereka kehendaki. Maka dari itu, menurut paham mereka, setanlah yang patut disembah bukannya Tuhan. Karena Tuhan memberikan banyak batasan yang menyusahkan manusia, sedangkan setan malah menghalalkan hal-hal yang diharamkan agama. Setan tidak melarang manusia melakukan kejahatan, maksiat dan dosa. Bagi orang-orang yang sesat, hal tersebut tentunya menguntungkan dan dapat menimbulkan kesenangan dunia. Itulah sebab adanya sekte-sekte penyembah setan. Karena bagi mereka, SETAN lebih pantas disembah daripada TUHAN.

Mengenai setan apa yang disembah, tiap sekte biasanya berbeda-beda. Di antaranya ada yang menyembah Lucifer, yang dianggap sebagai iblis tertinggi yang dahulu kala diusir Tuhan dari surga karena Adam. Dengan begitu Lucifer telah diperlakukan tidak adil oleh Tuhan. Maka bagi para penyembahnya, Luciferlah yang pantas disembah, lalu mereka cenderung meremehkan Tuhan (agama Tuhan). Maka dari ini, muncul aliran semacam anti-kristus bagi Kristen/katholik. Selain itu ada juga sekte-sekte penyembah dewa-dewa pagan (berhala) sebagai bentuk sikap anti terhadap agama Tuhan (samawi). Biasanya para pemuja dewa-dewa pagan ini terpengaruh ajaran pagan dari mesir kuno, yunani kuno maupun timur tengah, seperti sekte penyembah Baphomet, penyembah dewa Wisnu (dewa penghancur dalam agama Hindu), penyembah dewa matahari, dll.

Sekte-sekte seperti itu biasanya bersembunyi di balik agama-agama tertentu. Di eropa mereka bersembunyi di balik Katholik, di Afrika mereka bersembunyi di balik Protestan, di India mereka bersembunyi di balik Hindu dan di Negara-negara Timur termasuk di Indonesia mereka bersembunyi di balik Islam. Bahkan di beberapa Negara tertentu mereka mempunyai gerejanya sendiri, seperti di Israel ada gereja setan.

Jadi, aliran musik Black metal beserta anak cabangnya—yang kini juga beredar di Indonesia, baik disadari maupun tidak disadari oleh para musisinya sendiri—merupakan salah satu hal yang patut kita beri concern demi perbaikan banyak hal. Misalnya saja pengalihan minat pemuda bangsa, dari musik dan hiburan ditujuka kepada intelektual dan akhlak. Perlu diketahui bahwa dalam hal ini penulis tidak bermaksud bersikap anti ataupun apatis terhadap aliran musik dan musisi black metal beserta cabang-cabangnya. Tetapi mengingat jauhnya pengaruh yang ditawarkan oleh aliran musik dan gaya hidupnya kepada anak-anak bangsa kita, maka di sini penulis semata-mata hanya ingin memaparkan informasi yang berkaitan dengan hal ini. Dan selanjutnya, penulis serahkan sepenuhnya kepada pembaca untuk bersikap terhadap hal ini. Terima kasih.