Sudah sering kita dengar dan baca di berbagai media tentang dampak buruk sinetron yang ditayangkan di televisi. Tapi apakah keluhan, pendapat dan saran tersebut ada pengaruhnya? Apakah ada perubahan? Saya rasa tidak! Sinetron yang sudah cukup kita ketahui dampaknya ini tetap saja tayang dengan bebasnya merusak budaya, nilai pendidikan dan moral serta etos bangsa.

Dapat dikatakan bahwa masyarakat kita telah mengalami pembodohan yang besar melalui sinetron televisi! Dimana hal ini sangat menguntungkan bagi pihak-pihak tertentu tetapi mengorbankan kualitas SDM negeri kita.

Sudah jelas-jelas sinetron yang tayang kini kebanyakan hampir tidak mengandung nilai pendidikan, bahkan menimbulkan pengaruh yang buruk bagi masyarakat. Tetapi tetap saja tidak ada tindakan konkret dari pemerintah untuk mengatasi hal ini. Mungkin disebabkan hanya sedikit suara yang meneriakkan keluhan mereka. Masih banyak orang yang tidak menyadari seberapa besar bahaya dan dampak buruk yang ditimbulkan dari tayangan sinetron tersebut dan masih banyak golongan masyarakat yang merasa diuntungkan dengan adanya tayangan-tayangan semacam ini. Dengan begitu, suara yang sedikit ini tidaklah terdengar. Apa yang harus kita lakukan?

 

Perlu adanya sosialisasi yang maksimal kepada masyarakat mengenai hal ini terutama masyarakat awam sebagai konsumen (pemirsa) agar mereka menyadari bahwa hal ini membahayakan baik untuk perkembangan mental, etos maupun budaya. Selain itu, jam tayang yang cukup padat juga mempengaruhi kinerja masyarakat, sinetron ditayangkan secara terus menerus walaupun pada jam kerja sehingga menanamkan budaya ‘malas’ dalam masyarakat. Masyarakat jadi tidak produktif dan tentunya ini akan mempengaruhi bahkan menghambat perkembangan bangsa karena secara tidak langsung mempengaruhi pula nilai produksi dan sistem ekonomi bangsa.

Saya himbau perlu sekali adanya sosialisasi yang baik kepada masyarakat. Selain itu juga perlu adanya penyaringan jenis tayangan yang layak ditayangkan atau tidak. Jangan sampai etos dan kualitas SDM Indonesia dikorbankan demi kepentingan komersil dari pihak-pihak tertentu.