Hari ini saat saya sedang browsing berita internasional di Yahoo!, tiba2 saya tertarik untuk membaca berita2 dari Timur Tengah, maka saya menKlik tautan ke kumpulan berita Timur Tengah. Dari beberapa judul yang muncul, ada sebuah judul yang membuat saya penasaran, kemudian saya membukanya. Berita itu cukup singkat, tidak terlalu banyak, mungkin sekitar setengah halaman ini. Tapi setelah membaca artikel berita itu, hati saya langsung terenyuh. Saya tidak dapat mengatakan ini terasa seperti sakit hati, tetapi ada sebuah gejolak dalam hati saya yang membuat saya hampir menangis, tapi juga geram. Saya rasa ini semacam gejolak kemanusiaan. Tidakkah semua manusia pada dasarnya diberi Hati Nurani untuk digunakan? tetapi kira2 dimana hati nurani orang2 yang ada dalam berita berikut ini.

Dalam berita itu dikatakan bahw aseorang gadis cilik berusia 13 tahun telah meninggal, beberapa saat setelah pernikahannya. Tidakkah Anda berpikir tentang sesuatu? Mungkin Anda belum menyangka apa yang membuat gadis kecil yang seharusnya masih bisa punya masa depan cerah itu lantas meninggal di usianya yang masih 13 tahun.

Ciut hati saya setelah membaca bahwa gadis kecil itu meninggal diakibatkan pendarahan, setelah berhubungan intim…. organ reproduksinya rusak… tidakkah ia menderita sebelum meninggal? tidak ada yang tau.. tapi , dimanakah hati nurani mereka?

Apakah orang yang telah menikahi dan menyetubuhinya itu telah merasakan kesenangan terlebih dahulu sebelum gadis itu menderita karena pendarahan setelah itu, organ reproduksinya rusak, karena belum masanya ia mengalami hubungan intim, mugnkin seharusnya itu masih merupakan masa2nya bermain bersama teman2 sebayanya, masanya mengenyam pendidikan, lulus dari sekolah dan melanjutkan ke universitas, memasuki dunia mahasiswa, menuntut ilmu untuk lulus dan menyandang gelar sarjana, membuat orang tuanya bangga… mungkin setelah itu dia menikah tapi ia bisa bekerja, mandiri, sukses, bahagia. setiap orang memang punya porsinya masing2 tapi bagaimana ia bisa berusaha jika sebelum masa itu datang, nyawanya telah harus pergi dikarenakan hal sepeti itu? Hinakah? pantaskah?

Tidakkah harus ada orang yang memikirkan kemungkinan gadis kecil itu kelak menjadi perempuan dewasa yang mandiri, mungkin duduk di sebuah Desk dengan komputer dihadapannya, menulis, berbagi, bahagia.

Tuhan… tidak mungkin ini suatu hal yang benar bukan? Tidakkah seharusnya orang tua memiliki kepedulian dan kasih sayang kepada anaknya? mengapa banyak orang membiarkan anak2 gadisnya dinikahi laki2, yang kemudian menidurinya, memberinya makan, menidurinya, menghamilinya… Tuhan…

Semoga hal semacam ini menggugah hati manusia2 yang masih mau mempergunakan nuraninya. Tidakkah banyak orang yang menetang ketentuan nikah muda “semuda itu”? tidakkah mereka peduli terhadap kesehatan reproduksi seseorang? apakah mencegah “zina” lebih penting daripada “mencegah kematian akibat nikah dini”? apakah faktor ekonomi penyebabnya? apakah orang tua tidak mampu membiayai sekolah anak gadisnya kemudian menikahkannya? tidakkah mereka tau mereka bisa memperjuangkan beasiswa? bukan nikah solusinya?

Pertanyaan saya yang membuat saya semakin geram adalah: sempatkah gadis cilik itu merasa bahagia atas pernikahannya sebelum ia akhirnya harus mati dengan cara seperti itu?

(berita ini bisa Anda lihat di sini)