Posts from the ‘puisi’ Category

Sore Terakhir


oleh: Arihaz

Cahaya senja di sore terakhir ini
Membuatku mulai menyadari sesuatu
Bahwa esok… Ku tak lagi berada di sini
Dan lalu… Ku ingat segala yang telah berlalu

Hari demi hari.. dan minggu demi minggu
Ku jalani semua dengan penantian pasti
Saat tujuan itu akhirnya tercapai
Ku melangkah dengan tanggung jawab baru

Sore terakhir telah menggugahku
Melantangkan terima kasih dan rasa maaf
Membalas jasa tentu kami tak mampu
Hanya puisi ini yang dapat kami berikan…

(sebuah puisi yang kutulis dadakan dan hanya dlm waktu kurang dari 5 menit.. tapi membawa kesan di saat perpisahan itu..)

Iklan

Duduk dan Berpikir Sendiri


    Duduk sendiri…

    Berpikir sendiri…

    Secangkir kopi tak lagi terlihat bersahabat

    Langit senjapun terasa semakin menyeramkan

    Kalimat-kalimat pertama yang terucap dalam benakku

    Tertuang begitu saja dalam tulisan itu

    Sekumpulan simbol dan bentuk

    Menyampaikan makna yang tak utuh

    Entah akan berujung dimana…

    Walau langit berubah warna…

    Pikiranku terbang bebas

    Melesat menembus batas

    tapi apalah daya

    tubuh ini tak mampu mengiringi…

Baca lebih lanjut…

Panggilan di balik Tabir


Jiwaku sudah terasa bagai tercabik-cabik…

Potongan-potongan puzzle ini telah mulai menghilang…

Yang tak ku tau adalah…

Apakah susunan puzzle ini tadinya hanya tabir,

atau merekalah realita yang sebenarnya.

Susunan yang belum rampung ini…

tak lagi bisa kurampungkan tanpa bantuan-Mu.

Ataukah ini cara-Mu membantuku?

Aku hanya akan terus berjalan…

Melakkukan apa yang telah kumulai.

Sekalipun mungkin saja suatu saat

Aku akan terjebak sendiri di dalamnya.

Tapi ku mendengar panggilan itu..

Maka…

Ku hanya bisa berharap

Semoga ku sedang melakukan hal yang Benar…

‘Sang Pembuka’


Dengan namaMu, yang Maha segalanya

Puja dan puji untukMu, Tuan atas segalanya

Maha mengasihi, Maha menyayangi

Tuan atas Hari yang pasti datangnya

Hanya kepadamu kami berTuhan, dan hanya kepadamu kami memohon di atas segala ketidakmampuan

Tunjukkanlah jalan yang Kau sediakan bagi orang-orang yang telah menerima nikmatMu

Bukan jalan mereka yang menyombong diri dan membangkang padaMu, sedang mereka mengetahui

Bukan pula jalan mereka yang terjebak dalam kebodohan, yang menyatakanMu beranak manusia.

Mereka adalah orang-orang yang terlaknat dan tersesat.

Maha suci Engkau dari apa yang mereka nisbatkan kepadaMu.

Ku Mohon


Ya Tuhan…

Ampuni aku…

Ampuni dosaku…

Aku mohon…

Beri aku kemampuan untuk menghindar dari hal-hal yang membuatku melakukan dosa

Aku mohon…

Beri aku kemampuan untuk tidak merasakan manisnya melakukan dosa

Aku mohon…

Beri aku kemampuan untuk bertahan dari sakitnya karena meninggalkan dosa

Aku mohon…

Jangan Engkau ambil kembali cahaya yang telah Engkau beri dalam hatiku

Ampuni aku ya Tuhan…

“Saat Ku Bersujud”


Saat ku bersujud..

Saat ku merasa dekat denganNya..

Dekat sekali…

Saat ku bersujud…

Dapat kudengar ucapan lirihku memujiNya…

Memohon ampun kepadaNya…

Saat ku bersujud…

Ku tanahkan dahiku…

Hanya kepadaNya…

            Saat ku bersujud…

            Saatnya penyerahan penuh atas diriku…

Menutup mata hatiku dari gelimpangnya nikmat dan…

Kecaman musibah…

Hanya tenggelam dalam keagunganNya yang merasuk ke lubuk hati…