Posts tagged ‘Shalat’

Sholat bukanlah yang terpenting


Dalam salah satu forum tanya jawab yang sering saya ikuti, saya melihat sebuah pertanyaan yang cukup membuat jari-jari saya ini gatal hendak menjawab dengan panjang lebar… pertanyaan tersebut adalah pertanyaan seputar ibadah Sholat. Pertanyaannya seperti berikut:

Karena amalan yang pertama kali dihisab adalah solat jadi saya benar2 ingin menjaga kesempurnaan solat dengan mencari ilmu2 tentang solat.
Saya pernah membaca sebuah buku yg isinya “,,,,,,, dan solatmu berkata “dia telah menelantarkan aku selama didunia” dan amalan solatnya pun dilipatNYA bagai melipat kertas dan dilemparkan padanya…..”

Apakah benar, karena ketidak tahuan kita padahal kita sudah berusaha menjaga solat kita dengan benar,, tapi karena sedikitnya ilmu yang kita terima menjadikan solat kita masih belum sesuai dengan syariat islam,, maka semua amal solat kita akan sia-sia!?

Mohon penjelasanya, Terima Kasih

Kemudian, dengan satu tarikan nafas, saya mulai mengetik jawaban yang mengalir dalam benak saya, jawaban tersebut adalah sebagai berikut:

Di sini saya bukannya mau sok memberi penjelasan, coz belum tentu saya lebih paham drpd anda kan… sya dsni cuma mau berbagi aja, mdh2an bisa bermanfaat.

pertama, cobalah untuk merubah pola pikir dari yang formil bgt, untuk lebih terbuka dgn hal2 baru dan di luar kebiasaan kita sekalipun. yang penting harus disaring dan dinalar secara kritis dulu…

kedua, jika anda memang yakin bahwa Tuhan itu maha adil, coba tanyakan pada hati nurani anda, apakah mungkin bhwa amalan yg paling penting di mata-NYA adalah sholat saja? pasti anda juga sering menemui orang2 yg sholatnya lima waktu (mgkn lebih) dan selalu tepat waktu, serba sempurna rukun2nya, tapi cerminan akhlaknya dlm kehidupan nyata masih sering menyakiti hati orang lain, masih sering menyerobot hak orang lain, dan masih sering menimbulkan kerusakan. coba renungkan itu…

ketiga, saya meyakini bahwa Tuhan maha segalanya, maka DIA tidak membutuhkan apa2 dari makhlukNYA bukan? lalu, untuk siapakah kita sholat? tentu untuk diri kita sendiri, sholat itu adalah kebutuhan, bukan kewajiban. jika masih ada orang yg menganggap sholat itu kewajiban yg harus kita tunaikan kdp NYA, maka scr tdk lgsg mrk mnyatakan bahwa Tuhan membutuhkan sswtu dari makhlukNYA. tolong direnungkan…

Saya muslim, saya juga melaksanakan sholat, tapi saya akan terus belajar memahami berbagai rahasiaNYA yang belum terungkap, saya sangat ingin mengenalNYA, sangat ingin mencari jawab atas pertanyaan2 dlm benak saya, dan selama proses belajar saya selama ini, saya menangkap bahwa sholat bukanlah satu2nya ibadah terpenting seperti yang selama ini diutarakan oleh guru2 agama kita saat masih di sekolah… kenali DIA kawan…

apa yang saya sampaikan bukan berarti saya bilang sholat itu gak penting..
sholat itu penting… tapi saya menghimbau agar anda jgn terlalu kaku dlm memandang ibadah ritual formal semacam ini, masih buaanyaakk hal2 lain yg dapat kita pelajari untuk beribada kepadaNYA. jadilah khalifah yg baik di bumi ini..

semoga bermanfaat 🙂

mohon maaf sebelumnya jika saya mengutip tulisan dari orang lain yang terdapat pada situs lain, saya tdk ada maksud melanggar HAKI, tetapi saya hanya ingin merekap sekian banyak pendapat2 saya yang telah tercurah secara spontan dari situs tersebut, semoga suatu saat bisa terangkum menjadi sebuah buku yang bermanfaat bagi banyak orang. Untuk itu, di sini saya benar2 mengharapkan saran, kritik maupun komentar dari teman2 sekalian… Terimakasih sebelumnya…

halaman asli dapat dilihat di sini

Lihat juga tulisan lainnya:
1. Perbedaan Gender dan jenis Kelamin
2. Wanita Bukan Racun Dunia
3. Pembeedaan Gender mengarah pada subordinasi
4. Pluralisme Agama

 

02/08/2010

Iklan

Arti Bacaan Shalat lengkap


Bacaan Shalat Lengkap dan Artinya

Takbiratul ihram

Allahu Akbar

Allah Maha Besar

Do’a Iftitah

Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha

(Kuhadapkan wajahku, ke hadapan Dzat yang Mencipta langit dan bumi)

haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikin

(Kumenghadap dengan hati cenderung kepada-Nya, dan aku bukan tergolong orang2 yang menyekutukan-Nya)

Inna shalaati, wa nusuki, wamahyaaya wa mamaati, lillaahii rabbil ‘aalamiin

(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya bagi Allah Tuhan semesta alam)

Laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin

(Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku tergolong orang-orang yang berserah diri—muslimin)

Al-fatihah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

(Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang)

Alhamdulillaahi rabbil Aalamiin

(Segala puj bagi Allah, tuhan semesta alam)

Arrahmaanirrahiim

(Yang maha pengasih lagi maha penyayang)

Maaliki yaumid diin

(Yang merajai hari pembalasan)

Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin

(Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)

Ihdinash shiraathal mustaqiim

(Tunjukilah kami jalan yang lurus)

Shiraathal ladziina an’amta alaihim

(Yaitu jalan orang-orang—yang telah engaku beri nikmat kepada mereka)

Ghairil maghdhuubi alaihim wa ladh dhaalliin

(Bukan jalan orang-orang yang dilaknat, bukan pula yang tersesat)

Ruku’ / Sujud

Subhana rabbiyal ‘azhim wa bihamdihi 3x (untuk bacaan ruku’) dan

Maha Suci Tuhan Yang Maha Agung, dan memujilah aku kepadaNya

Subhana rabbiyal a’la wabihamdihwabihamdihi 3x (untuk bacaan sujud)

Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepadaNya

Atau:

Subhanakallah humma rabbana wabihamdika Allahummaghfirli

Maha Suci engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dan kumemuji kepadaMu, ya Allah ampunilah aku

I’tidal

Sami’allahu liman hamidah

Semoga Allah mendengar orang yang memujinya

Rabbana lakal hamdu, hamdan katsiran, thayyiban mubarakan fihi

Ya Tuhan kami, bagimu segala puji, pujian yang banyak dan baik…..

Duduk di antara 2 Sujud

Allahumaghfirli, warhamni, wajburni, wa afini, wahdini, warzuqni

Ya Allah, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah segala kekuranganku, berilah aku kesehatan, tunjukilah aku, berilah aku rezeki

Tahiyyatul Awal / Akhir

Attahiyyatulillahi washalawatu waththayyibah

Segala kehormatan bagi Allah, serta segala kebahagiaan dan kebaikan

As-salamu’alaika ayyuhan nabiyyu, warahmatullahi wabarakatu

Semoga keselamatan atasmu ya Nabi (Muhammad SAW), serta rahmatNya dan barokahNya

As-salamu’alaina wa ‘ala ibadillahish shalihin

Semoga keselamatan atas kami, dan atas hamba-hamba yang shaleh*

Asyhadu alla ilaha illa Allah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh

Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya

Allahumash shalli ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad atau wa ‘ala alihi

Ya Allah, limpahkanlah kebahagiaan (shalawat) atas Nabi Muhammad, dan atas keluarganya

Kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa ‘ala ali Ibrahim

Sebagaimana Engkau limpahkan kepada Nabi Ibrahim, dan kepada keluarganya

Wabarik ‘ala Muhammad, wa ‘ala ali Muhammad

Dan berkatilah Nabi Muhammad, serta keluarganya

Kama barakta ‘ala ibrahim, wa ‘ala ali ibrahim

Sebagaimana Engkau memberkati Nabi Ibrahim, serta keluarganya

Innaka hamidum majid

Sesungguhnya Engkau Maha Suci lagi Maha Mulia

Salam

As-salamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga keselamatan atasmu, serta rahmat Allah dan barokahNya

*konon bacaan tersebut merupakan dialog Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT pada saat perostiwa Isra’ Mi’raj

04/06/2009

Do’a Iftitah


Asslm. Wr. Wb. Bismillahirrahmaanirrahiim

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang.

Apakah pernah kita merenungi apa sebenarnya tujuan hidup kita ini? Untuk apa kita diberi hidup oleh Allah SWT? Semata-mata adalah untuk beribadah kepada-Nya. Sesuai firman Allah : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Seperti kita ketahui bahwa yang dimaksud menyembah-Nya adalah ibadah yang diperuntukkan hanya bagi-Nya. Dan ibadah yang dimaksud itu banyak sekali, bukan hanya shalat atau puasa saja.

Dengan begitu, kita sepatutnya menyadari bahwa shalat—yang merupakan salah satu bentuk ibadah wajib yang manfaatnya luar biasa ini—sudah semestinya kita memperbaiki kualitas shalat kita.

Di bawah ini saya uraikan secara ringan arti dari do’a iftitah, beserta maknanya yang sengaja saya maksudkan untuk membantu pembaca dalam memahami do’a-do’a dan bacaan dalam shalat, sehingga kita dapat menghayati penghadapan kita kepada Allah SWT setiap kali kita shalat. Semoga kita dapat senantiasa memperbaiki kualitas shalat kita. Amin…

Lafadz do’a iftitah tersebut adalah sebagai berikut:

Wajjahtu wajhiya

lilladzii fatharas samaawaati wal ardha

haniifam muslimaw

wamaa ana minal musyrikin

Inna shalaati, wa nusuki

wamahyaaya wa mamaati

lillaahii rabbil ‘aalamiin

Laa syariikalahuu

wa bidzaalika umirtu

wa ana minal muslimiin…

Berikut adalah arti bacaan iftitah beserta maknanya:

Awalan shalat yaitu takbiratul ihram:

Allahu Akbar

(Allah Maha Besar)

Yaitu takbir yang diharamkan mengingat apapun selain Allah. Kesaksian bahwa kita akan melaksanakan shalat karena Allah, yang Maha Besar. Ucapkan kalimat tersebut disertai perasaan mengahayati bahwa kita sedang berhadapan dengan suatu Dzat yang Maha Besar. Shalat yang diawali dengan perasaan semacam ini insyaAllah akan terhindar dari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyu’an kita.


Wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha

(Kuhadapkan wajahku, ke hadapan Dzat yang Mencipta langit dan bumi..)

Saat shalat diawali bacaan ini, bayangkan kita berdiri menghadapkan wajah kita langsung kepada Dzat yang Maha Kuasa, yang menciptakan dan memiliki langit dan bumi. Yaitu Allah yang Maha Esa. Begitu besar dan luas kekuasaannya, mencakup langit dan bumi, bahkan lebih dari itu, yang tentunya kita tidak sanggup membayangkannya. Maka sadarilah betapa kecilnya diri kita. Timbulkan perasaan tak berdaya, kecil, hina, dan mengagungkan kebesaran-Nya.


haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikin

(Kumenghadap dengan hati cenderung kepada-Nya, dan aku bukan tergolong orang2 yang menyekutukan-Nya)

Shalat merupakan suatu bentuk ibadah hati, pikiran dan juga anggota badan. Saat shalat, pusatkan pikiran kita pada apa yang kit abaca dan pada gerakan2 shalat yang sempurna serta tuma’ninah. Selain itu, pusatkan hati kita hanya kepada Allah. Singkirkan segala pikiran2, bisikan2 dan hal2 lain yang membuat hati kita berpaling dari-Nya. Maka dari itu, penting untuk memahami bacaan shalat, agar kita dapat benar2 menghadapkan hati kita hanya kepada Allah, bukan hanya sekedar bacaan yang terhafal di luar kepala.


Inna shalaati, wa nusuki, wamahyaaya wa mamaati, lillaahii rabbil ‘aalamiin

(Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku, hanya bagi Allah Tuhan semesta alam)

Berserah diri… sepenuhnya menyerahkan shalat kita, ibadah kita, hidup dan mati kita hanya untuk Allah semata. Coba bayangkan jika setelah shalat, tiba-tiba kita dipanggil-Nya, dan shalat ini adalah merupakan shalat terakhir yang kita lakukan di dunia ini. Tentunya kita akan melakukan shalat dengan se-khusyu’2nya. Rasakan kembali perasaan kecil, hina dan tak berdaya pada diri kita. Ingatlah bahwa diri kita tidak mungkin bersih dari dosa, maka shalatlah dan berserahdirilah sebaik-baiknya selagi kita masih mampu.


Laa syariikalahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin

(Tiada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku tergolong orang-orang yang berserah diri—muslimin)

Tiada sekutu bagi-Nya, apakah kita benar2 telah memahami makna dari tidak mempersekutukan Allah? Apakah selama ini kita sudah terhindar dari syirik? Naudzubillah.. semoga kita bersih dari segala macam bentuk syirik. Saat kita mengucapkan kalimat laa syariikalahuu ini, resapi ini sebagai suatu ikrar bahwa kita akan senantiasa beristiqamah untuk mempertahankan ketauhidan kita. Buang jauh2 rasa ketergantungan pada selain-Nya, rasa aman dan tenteram bersama selain-Nya, memohon sesuatu kepada selain-Nya. Ya Allah… lindungi hati kami, pikiran kami dan anggota tubuh kami dari segala bentuk syirik. Setelah itu mantapkan hati sambil mengucap kalimat berikutnya yaitu bahwa itulah yang diperintahkan kepada kita maka kita mematuhinya. Kemudian dengan perasaan tegar dan tegas ucapkan kalimat terakhir dan berbangga hatilah karena sesungguhnya kita termasuk golongan orang-orang muslimin.


Sekian yang dapat saya sampaikan untuk arti dan makna bacaan Do’a iftitah, semoga bermanfaat. Amin.

Segala sesuatu yang benar itu datangnya pasti dari Allah SWT, sedangkan segala sesuatu kesilapan dan kekurangan itu hanyalah dari sifat manusia yang bodoh dan zhalim. Semoga kita terus diberi kesempatan untuk melahap segala ilmu-Nya sehingga dapat beribadah dengan sebaik-baiknya.

Wasslm. Wr. Wb.

13/04/2009

Pentingnya Shalat


PENTINGNYA SHALAT

Dalam wacana keagamaan, permasalahan shalat memang diwarnai oleh berbagai macam anggapan yang berbeda. Ada sebagian orang yang hanya mengutamakan masalah ibadah semata, mereka beranggapan bahwa orang yang beragama islam harus lebih mengutamakan shalatnya saja dan biasanya kesalihan seseorang hanya dinilai dari shalatnya, padahal akhlaknya kepada sesama manusia belum tentu baik. Dan sebagian orang lainnya beranggapan shalat atau tidak seseorang itu bukan yang terpenting, yang penting adalah iman dalam hati saja serta akhlak yang baik.

Dan ada juga sebagian orang yang justru karena kecewa melihat banyak orang-orang yang beragama tetapi malah melakukan banya hal merugikan dan menyakitkan hati orang lain (seperti korupsi, pencurian, perkosaan, gaya hidup glamour, penelantaran anak-anak, bahkan yang dilakukan oleh tokoh agama ternama, dll), mereka malah beranggapan bahwa ritual ibadah itu tidak penting lagi, mereka lebih menaruh perhatian pada hal-hal ilmiah yang dianggap berguna dan membawa perbaikan serta kemakmuran bagi orang banyak. Dari hal tersebut akhirnya muncul golongan orang-orang yang ‘tidak beragama’. Misalnya saja orang-orang yang mengabdikan dirinya pada kegiatan sosial, tetapi ia tidak melakukan ritual ibadah dan mungkin saja ia tidak peduli mengenai ajaran agama. Begitu juga dengan sikap mereka terhadap konsep ketuhanan, mukjizat para Nabi, konsep Qada dan Qadar, hari akhir, surga dan neraka, itu semua mereka anggap hal0hal yang tidak dapat dinalar oleh akal pikiran dan belum tentu membawa manfaat.

Pada dasarnya, ibadah menurut islam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu ibadah langsung kepada Allah yang berupa ritual ibadah seperti shalat dan haji, ibadah kepada Tuhan melalui akhlak kepada sesama manusia dan yang terakhir ibadah kepada Allah melalui akhlak kepada lingkungan sekitar, termasuk pada hewan dan alam. Jadi kita tidak bisa memilih salah satu dengan meninggalkan yang lainnya. Ibadah (baik shalat maupun yang lain) dan akhlak (perbuatan baik kepada sesama manusia) juga sama-sama penting dan seharusnya berjalan seimbang—itu jika pemahaman agamanya baik. Justru hal ini sering berjalan tidak seimbang dan sering juga ditinggalkan adalah karena pemahaman agama yang kurang.

Artikel kali ini sengaja saya tulis karena rasa prihatin saya terhadap banyak orang-orang Islam yang tidak mengerjakan shalat. Selain itu saya juga masih dalam proses belajar, jadi mungkin dengan membagi pengetahuan, dan menerima masukan-masukan baru yang membangun, serta mengkritisi hal-hal terkait, kita semua dapat memperoleh tambahan ilmu yang berguna. Dan juga saya hendak memaparkan beberapa hal yang menjadi pengalaman pribadi saya. Mungkin saya dapat sedikit memahami orang-orang yang kecewa dengan agamanya karena menyaksikan berbagai macam hal yang mengakibatkan kegundahan dalam hati. Tetapi di sini saya sekaligus berpesan, carilah…maka kau akan temukan. Tidak akan kita sampai ataupun mendekati suatu tujuan jika tidak ada langkah awal.

Dalam pembahasan ringan kali ini saya akan memaparkan beberapa keutamaan shalat dan fakta-fakta tentang pentingnya shalat, antara lain yang pertama adalah pengertian shalat.

Secara etimologis (kebahasaan), shalat berasal dari kata ash-shollah dalam bahasa Arab yang artinya do’a.

Secara istilah, shalat dapat diartikan sebagai suatu amal ibadah yang terdiri dari serangkaian bacaan dan gerakan, yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dikerjakan dengan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. Panduan rangkaian bacaan dan gerakan dalam shalat terdapat pada beberapa sunnah Rasul (Hadits).

Yang kedua adalah pembagian shalat. Shalat ada yang fardhu dan ada yang sunnah. Seperti yang diketahui masyarakat umum bahwa shalat yang diwajibkan atas umat muslim adalah shalat fardhu yang lima yaitu subuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’. shalat fardhu tersebut hukumnya fardhu ‘ain (wajib). Shalat-shalat yang termasuk shalat sunnah tentu hukumnya pun sunnah, antara lain shalat rawatib, hajat, fajar, tasbih, qiyamul lail (shalat malam), jenazah, gerhana, istikharah, dhuha, ied, dll. Pembahasan mengenai shalat sunnah insyallah akan saya bahas lebih lanjut pada tulisan yang lain. Kali ini kita fokuskan pembahasan urgensi shalat pada macam shalat fardhu saja.

Mengenai kewajiban shalat fardhu ini artinya bahwa shalat adalah bentuk ibadah yang diwajibkan atas semua umat islam. Sekalipun dalam keadaan sakit, bepergian ataupun kendala-kendala yang lain, dalam syari’ah telah diatur mengenai toleransi mengenai hal-hal tersebut, seperti ketentuan jama’ dan qashar, shalat sambil duduk dan berbaring ataupun sambil menggendong anak kecil. Jadi tidak pantas jika seorang muslim mencari-cari alasan yang bermacam-macam untuk membenarkan dirinya meninggalkan shalat, sebab syari’ah tidaklah mempersulit umat islam untuk melaksanakan ibadah pada Tuhannya. Sebagaimana firman Allah sebagai berikut.

Allah berfirman: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. AL-Baqarah : 2). Dan, “Allah tidak hendak menyulitkanmu.” (QS Al-Maaidah : 6)

Rasul sendiri mulai menerima perintah shalat fardhu ini saat ia dalam perjalanan isra’ mi’raj. Sedangkan dalil-dalil naqly dari Al-Qur’an dan Hadist yang berkaitan dengan wajibnya shalat antara lain sebagai berikut:

Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.” (QS. Thahaa : 20)

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah : 43)

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu. Sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan supaya kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al-Hajj : 77)

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153)

Rasulullah bersabda: “Allah telah mewajibkan atas umatku pada malam isra’ mi’raj 50 kali shalat, maka aku selalu kembali menghadap-Nya dan memohon keringanan sehingga dijadikan kewajiban shalat 5 waktu dalam sehari semalam.” (HR. Bukhari dan Muslim, Shahih)

Sedangkan yang ketiga yang hendak saya sampaikan adalah faktor-faktor pentingnya shalat, yang dapat saya rangkum antara lain sebagai berikut:

1. Shalat hukumnya fardhu ‘ain (wajib), sebagaimana dalilnya telah dipaparkan di atas. Jadi jika kita mengaku sebagai seorang muslim yang baik, tentunya kita akan melaksanakan perintah Allah. Orang yang bertaqwa ialah orang yang memelihara diri dari siksaan Allah dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya

2. Mendirikan shalat adalah salah satu ciri orang yang bertaqwa, sebagaimana firman Allah: “Kitab (Al-qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. Yaitu mereka yang beriman pada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kpd mereka.” (QS. Al-Baqarah : 2-3)

3. Shalat dapat membersihkan diri dari dosa.

Sebagaimana hadits: dari Abi Hurairah ra. Rasulullah bersabda: “Shalat lima waktu dan shalat jumat, dari shalat yang satu ke shalat yang lainnya, adalah sebagai pengjapus dosa yang terjadi di waktu antara keduanya, kecuali dosa besar.”

4. Shalat merupakan amalan pertama yang akan dihisab di hari perhitungan. Hal ini menandakan bahwa shalat itu merupakan ibadah yang utama (baik kita menyadari manfaatnya ataupun tidak)

Hadits Rasul: “Amal yang pertama kali dihisab bagi seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya yang lain. Dan jika shalatnya rusak maka rusaklah seluruh amalnya yang lain.”(HR. Ath-Thabrani)

5. Shalat mencegah dari hal yang keji lagi munkar, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ankabut : 45 yang berarti “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu,, yaitu Al-kitab (Al-Qur’an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan munkar”. Orang yang senantiasa menjaga shalatnya, insyallah akan timbul rasa malu saat ia melakukan dosa. Dan bahkan shalat yang terjaga dapat menumbuhkan rasa cinta, takut dan malu kepada Allah, sehingga dapat mencegah diri dari dosa.

6. Shalat merupakan sarana yang disediakan Allah bagi hambaNya untuk mendekatkan diri kepadaNya dan untuk menambah pahala. Jadi, walaupun shalat itu merupakan kewajiban kita kepada Allah, semestinya kita memahami shalat bukan sebagai beban melainkan sebagai anugerah. Cobalah untuk memahami shalat bukan sebagai keharusan tetapi sebagai kebutuhan seorang hamba. Jika kita sudah dapat memahami bahwa shalat merupakan sarana mendekatkan diri, tentu kita akan merasa kurang jika hanya melakukan shalat lima waktu dalam sehari. Oleh karena itu kita patut mengetahui bahwasanya Allah menyediakan banyak jalan bagi hambanya untuk terus mendekatkan diri padaNya. Sebagaimana shalat, walaupun yang diwajibkan hanya lima waktu, tetapi kita sebagai hamba yang membutuhkan kedekatan dengan Rabbnya masih dapat mengerjakan berbagai macam shalat sunnah. Belum lagi berbagai macam doa dan zikir yang diajarkan dalam agama Islam, yang kesemua itu selain merupakan sarana mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa, juga merupakan amalan ibadah yang mengandung banyak pahala jika dikerjakan.

7. Shalat merupakan obat hati. Ia dapat menyinari hati, menyucikan diri, melapangkan hati, mendatangkan ketenangan dan ketentraman dalam hati seseorang, serta keselamatan bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam shalatnya.

8. Shalat merupakan bagian dari syari’at (hukum/aturan). Syari’at merupakan salah satu ilmu lahir, dan pentingnya ilmu lahir adalah sebagai pendukung ilmu bathin. Jadi, mustahil jika kita dapat mengenal Allah tanpa diawali dengan mengamalkan syari’at, kecuali karena kehendak Allah. Maka dari itu mengamalkan syari’at merupakan hal yang penting dan bermanfaat.

9. Shalat mempunyai manfaat bagi tubuh secara medis. Jadi selain bermanfaat untuk bathin, shalat juga baik bagi tubuh, sebagaimana hukum-hukum Allah lainnya, semuanya membawa manfaat baik bagi makhlukNya, hanya saja terkadang kita yang tidak memahaminya.

10. Kesulitan-kesulitan yang kita alami karena hendak mendirikan shalat sebenarnya merupakan berkah. Misalnya sulitnya bangun saat akan shalat subuh atau shalat malam, dinginnya yang dirasakan saat akan wudhu, lelahnya badan setelah seharian bekerja, atau sulitnya melawan rasa malas untuk berjalan mengambil air wudhu kemudian shalat. Rasulullah bersabda: “barangsiapa dari seorang mukmin yang mendapat musibah, meskipun hanya tertusuk duri, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya dan menghapus dosanya”.

11. Shalat dapat menghindarkan kita dari sifat kikir dan keluh kesah. Sebagaimana dalam firman Allah dalam surat Al-ma’arij : 19-23 yang berarti “Sesungguhnya manusia itu diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan, ia amat kikir, kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat, yang mereka itu tetap mengerjakannya”. Dari ayat tersebut dapat kita ambil beberapa inti kandungan yaitu bahwa sifat dasar manusia adalah berkeluh kesah saat ditimpa kesulitan dan kikir saat mendapat kesenangan. Tetapi orang-orang yang mengerjakan shalat, dan ia menjaga shalatnya, insyallah akan terhindar dari hal tersebut. Tapi perlu digaris bawahi bahwa yang dimaksud menjaga shalatnya di sini bukan hanya sekedar ritual sujud-bangun tanpa menghayati makna bacaan shalat dan arti shalat itu sendiri.

12. Shalat dapat membangun dan melatih kedisiplinan diri, menumbuhkan ketaatan dan ketundukkan dalam hati serta meningkatkan ketakwaan. Jika kita berlatih sedikit-demi sedikit untuk meninggalkan segala hal yang sedang kita kerjakan untuk sejenak mengerjakan shalat, kitapun akan terlatih untuk mempunyai sikap disiplin dan sikap ini dapat bermanfaat juga di berbagai kegiatan yang lain. Kemudian setelah kita mampu menjaga waktu shalat dengan tidak menunda-nundanya, maka belajarlah untuk meningkatkan kualitas shalat kita. Pelajari arti dari bacaan-bacaan shalat mulai dari takbir sampai salam. Kemudian praktekkan dengan cara menghayati setiap bacaan yang kita ucapkan dalam shalat, singkirkan dulu segala macam pikiran yang merasuki benak. Serahkan diri sepenuhnya hanya kepada Allah. Insyallah shalat kita akan membawa ketundukkan hati hanya kepadaNya.

13. Saat shalat, kita langsung menghadap kepada Yang Maha Suci dan Maha Mengetahui. Bayangkan Allah menatap langsung ke wajah kita. Allah Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati kita. Bayangkan kita menundukkan diri sambil memuji keagunganNya dan merasa semakin hina dan tak berdaya di hadapanNya, sementara Allah menatap langsung ke hadapan wajah kita. Bayangkan kita memohon ampun di setiap bungkuk, sujud dan duduk bersimpuh, berserah diri. Jika seseorang dapat memahami dan menghayati perasaan semacam ini, insyallah shalatnya bukanlah merupakan gerakan-gerakan jungkir balik semata dan bacaan yang dibacanya bukan hanya hafalan semata.

14. Orang yang shalatnya baik, ditandai dengan timbulnya rasa tenang dan nikmat dalam bathin di setiap usai pertemuannya dengan Allah Yang Maha Memiliki. Jika setelah shalat kita masih belum merasakan basuhan rohani, maka perbanyaklah shalat sunat dan zikir serta doa.

Selain beberapa hal yang saya jelaskan di atas, masih banyak lagi hal-hal yang merupakan keutamaan shalat yang tidak dapat semuanya saya utarakan. Jadi pesan saya, cobalah mulai dari sekarang. Karena seperti yang sudah saya katakan, tidak akan ada tujuan yang tercapai tanpa ada satu langkah awal. Dan teruslah berusaha untuk memperbaiki kualitas shalat kita sebaik-baiknya secara bertahap. Dan satu hal lagi yang penting, bahwa bukan berarti kita terfokus pada ibadah shalat dan lalai pada ibadah yang lain serta lalai dari mempelajari akhlak dan ilmu-ilmu lainnya. Semua itu harus sedapat mungkin berjalan secara seimbang.

15/03/2009